Pangkalpinang – Respons cepat Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama unsur gabungan berhasil mengevakuasi seekor kerbau yang terjebak di dalam saluran air di kawasan parkir Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Rabu (15/7/2026).
Laporan kejadian diterima sekitar pukul 11.00 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, Regu 2 Damkar Provinsi yang terdiri dari Aprizal, Bayu, Iim, Dedi S., dan Kasi Pemetaan Standardisasi Sarana dan Prasarana Pemadam Kebakaran dan Pertolongan, Riyanto Adi Purwo, segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati seekor kerbau milik warga terperosok ke dalam saluran air dengan kedalaman sekitar dua meter. Kondisi medan yang sempit serta bobot hewan yang cukup besar membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan dengan metode penarikan biasa.
Kasi Pemetaan Standardisasi Sarana dan Prasarana Kebakaran dan Pertolongan Damkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riyanto Adi Purwo, seizin Kasat Pol PP Budi Utama mengatakan bahwa upaya awal telah dilakukan menggunakan mobil skylift milik Biro Umum, namun belum membuahkan hasil.
"Kerbau tersebut tidak bisa dievakuasi hanya dengan cara ditarik biasa. Sebelum mobil crane datang, kami sudah berupaya menggunakan mobil skylift milik Biro Umum, tetapi tidak berhasil karena memang bukan peruntukannya untuk proses pengangkatan seperti ini," ujar Adi Purwo.
Selanjutnya, Damkar Provinsi berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mendatangkan mobil crane. Setelah alat berat tiba di lokasi, proses pengangkatan dilakukan secara hati-hati hingga akhirnya kerbau berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Operasi penyelamatan tersebut melibatkan Damkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Damkar Kota Pangkalpinang, Damkar Kabupaten Bangka Tengah, BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Biro Umum Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, AVSEC Bandara Depati Amir, Damkar Bandara Depati Amir, serta pemilik kerbau.
Adi Purwo menegaskan bahwa keberhasilan operasi penyelamatan tidak terlepas dari sinergi seluruh unsur yang terlibat.
"Kami di Damkar tidak bisa bekerja sendiri. Damkar adalah kerja tim. Karena itu kami harus terus bersinergi dan berkolaborasi dengan para stakeholder agar setiap operasi penyelamatan dapat berjalan dengan aman, cepat, dan berhasil," tegasnya.
Evakuasi yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut menjadi bukti bahwa tugas Damkar tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga memberikan layanan penyelamatan (rescue) terhadap berbagai kondisi kedaruratan yang membutuhkan penanganan cepat, tepat, dan profesional melalui kolaborasi lintas instansi.